Sesal itu tiada akhir, kau tau itu?
Pernah ku mendapati sesal yang tak elak membuat ku terjatuh.
Bukan dalam artian aku sunggung-sungguh terjatuh.
Langkah ku sudah lantang mengehmpas bumi selangkah demi selangkah.
Pada awalnya ku kira ada hambatan di luar langkah kaki yang menderap semua jalan.
Tapi kenapa kaki ku tak bertanya ada apa di bawah sana?
Saat berhenti di redupnya awan dengan sedikit kilat mataku bertanya
mengapa tidak kau coba tanyakan saja apa yang ada di dalam sana?
Ternyata kerikil kecil bersarang di sepatu yang usang,
entah dia menyusup lewat mana.
Hal yang sebenarnya menyakitimu itu bukan dari luar,
tapi dari dirimu sendiri.
Kau bisa melihat dengan jelas luka yang dibuat oleh nya,
tetapi dengan perlahan kau telah menyakiti dirimu sendiri
dengan luka yang kau tanam tanpa kau sadari.Sesal itu sesak,
bukan sesak itu yang kumaksud.Sesak ini tanpa gejala dan tanpa obat penawar.

0 Comments: